Dipublish pada:
GAZA — Bagi warga Gaza, air bersih bukan lagi sekadar kebutuhan harian, tetapi bagian dari perjuangan untuk bertahan hidup. Di tengah krisis air yang berkepanjangan, kedatangan truk tangki air menjadi secercah harapan bagi warga di pengungsian.
Pada 9–16 September 2026, lebih dari 1,078 juta liter air bersih disalurkan secara bertahap melalui 154 armada truk tangki ke 42 titik distribusi dan menjangkau sekitar 218 ribu jiwa. Bantuan kemanusiaan ini merupakan amanah rakyat Indonesia yang disalurkan melalui DT Peduli.

Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi membuat warga harus menghemat air untuk berbagai kebutuhan. Seorang ibu Bernama Miryam, mengatakan bantuan air bersih ini sangat berarti bagi keluarganya.
Menurutnya, air tidak memiliki pengganti. Warga bahkan harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkannya dan menggunakan setiap tetes dengan sehemat mungkin.
“Alhamdulillah atas air bersih ini. Kami menggunakannya untuk mencuci pakaian, membersihkan rumah, mencuci peralatan dapur dan piring, serta untuk mandi. Kami tidak bisa hidup tanpa air. Kami berharap DT Peduli terus mendukung dan membantu kami dengan pasokan air bersih ini,” ujarnya.

Krisis air juga dirasakan di kamp-kamp pengungsian yang semakin padat. Mahmoud, seorang warga menggambarkan bahwa anak-anak dan lansia harus berjuang mendapatkan air, sedangkan kebutuhan terus meningkat.
Kedatangan truk tangki air menjadi momen yang begitu berharga bagi warga. Sukacita yang melingkupi kamp pengungsian, bahkan mereka gambarkan serupa kehangatan dan kebahagiaan di hari raya.
“Hari ini rasanya seperti hari raya bagi kami, berkat bantuan penyediaan air dari DT Peduli,” tutur Mahmoud.
Senyum dan kebahagiaan mereka menjadi bukti tak terbantahkan bahwa sebesar apa pun bantuan yang diberikan, menjadi modal berharga bagi warga Gaza untuk terus bertahan.
Penyunting: Astri Rahmayanti