Bayangkan, jika anak-anak kita belajar di sekolah yang atapnya bocor dan hampir roboh.


Bangunan yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat sejak tahun 2002 itu telah rapuh dimakan usia. Atap bocor saat hujan turun, dinding mulai lapuk, dan beberapa bagian bangunan sudah tidak lagi kokoh. Kondisi ini semakin parah setelah gempa tahun 2018 yang kembali merusak ruang-ruang kelas mereka.
Meski demikian, semangat belajar anak-anak ini tidak pernah runtuh.
Mereka tetap datang setiap hari, duduk di ruang kelas yang jauh dari kata nyaman, demi meraih masa depan yang lebih baik. Bahkan jika harus berpindah ke sekolah lain, mereka harus berjalan kaki sekitar 30 menit melewati jalan yang tidak mudah dilalui.
Sahabat, pendidikan adalah hak setiap anak. Namun bagi anak-anak di pelosok Banten, hak itu masih harus diperjuangkan di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan dunia serta akhirat. Aamiin