Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG - Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid (DT) Peduli menggelar Internal Competition Archery untuk pertama kalinya, pada Selasa (1/9/2026) di di Daarus Sunnah Equestrian, Kompleks Eco Pesantren Daarut Tauhiid, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan yang terselenggara melalui sinergi bersama Daarus Sunnah Equestrian tersebut diikuti sebanyak 88 orang santri karya.
Dua kategori pertandingan dilombakan dalam kegiatan Internal Competition Archery, yaitu Battle Archery dan Ground Archery. Battle Archery merupakan pertandingan panahan beregu yang terdiri dari lima orang dalam setiap tim. Dalam satu pertandingan, dua tim saling berhadapan untuk memperebutkan poin tertinggi dengan cara mengenai anggota tim lawan sebanyak mungkin.
Adapun Ground Archery merupakan pertandingan panahan dengan peserta berdiri pada titik yang telah ditentukan penyelenggara untuk membidik target dan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Jarak antara pemanah dan target ditetapkan sejauh 15 meter untuk peserta laki-laki dan 10 meter untuk peserta perempuan.
Dari dua kategori yang dipertandingkan, panitia menetapkan satu tim terbaik sebagai pemenang pada kategori Battle Archery serta tiga peserta dengan perolehan poin tertinggi pada kategori Ground Archery. Penentuan pemenang dilakukan berdasarkan hasil pertandingan dan akumulasi poin yang diperoleh selama kompetisi berlangsung. Para peserta pun mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat dan sportivitas hingga akhirnya terpilih para pemenang terbaik dari masing-masing kategori.
Adapun pemenang kategori Battle Archery diraih oleh Tim Hamasa Akhwat dan Tim 2 Ikhwan, sedangkan pada kategori Ground Archery, juara pertama diraih oleh Sunaryo, disusul Syifa Alifia Zahra sebagai juara kedua, dan Sopyan Supriyadi sebagai juara ketiga. Para pemenang berhasil mencatatkan perolehan poin terbaik setelah melalui rangkaian pertandingan yang berlangsung kompetitif dan penuh sportivitas.
Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menjelaskan bahwa Internal Competition Archery digelar sebagai sarana olahraga sekaligus menjaga semangat menghidupkan sunnah memanah.
“Selain untuk mengistiqamahkan sunnah olahraga memanah, semoga kebaikan dan hikmah dari olahraga ini juga dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Kesuksesan pelaksanaan Internal Competition Archery mendapat apresiasi dari perwakilan Daarus Sunnah Equestrian sekaligus mitra pelaksana kegiatan, Dinar Rahayu. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengenalkan nilai-nilai olahraga sunnah memanah kepada para peserta.
“Ma sya Allah, kami sangat mengapresiasi terselenggaranya sinergi kegiatan ini. Melalui Internal Competition Archery, kita bersama-sama dapat mengenalkan sekaligus mendakwahkan olahraga sunnah memanah. Antusiasme peserta juga sangat besar. Tidak ada batasan jabatan, mulai dari direktur, manajer, hingga staf, semuanya dapat merasakan langsung pengalaman berkompetisi sekaligus mengambil hikmah dari kegiatan ini,” ujarnya.
Melalui Internal Competition Archery perdana ini, DT Peduli berharap semangat sportivitas, kebersamaan, disiplin, dan nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga memanah dapat terus tumbuh di lingkungan kerja. Sinergi bersama Daarus Sunnah Equestrian juga diharapkan menjadi langkah awal bagi hadirnya kegiatan positif lainnya yang tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menghidupkan sunnah dalam aktivitas keseharian.
Penulis: Farih
Penyunting: Agus ID