Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | GARUT - Daarut Tauhiid (DT) Peduli Garut melaksanakan asesmen calon penerima manfaat Program Pemberdayaan Guru Ngaji di Kampung Garawangi, Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi calon penerima manfaat sekaligus menggali kebutuhan yang dapat menunjang keberlangsungan dakwah dan kehidupan keluarganya.

Salah seorang yang dikunjungi ialah Abdullah. Ia merupakan guru ngaji yang tetap istiqamah mengajarkan al-Qur'an kepada anak-anak di sekitar tempat tinggalnya di tengah berbagai keterbatasan.
Dalam kesehariannya, Abdullah bekerja sebagai petani nira dan buruh ternak domba. Penghasilan yang diperolehnya terbilang terbatas dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan istri serta kedua anaknya. Di tengah kondisi ekonomi tersebut, keluarga Abdullah juga harus mengalokasikan biaya untuk pengobatan anak keduanya, Amel, yang mengidap thalasemia dan membutuhkan perawatan secara berkala.

Namun, berbagai ujian tersebut tidak menyurutkan semangat Abdullah untuk terus mengajarkan kalamullah di wilayah pelosok Garut Selatan, bahkan tanpa upah.
Maryani, istri Abdullah, menyampaikan rasa syukurnya atas keteguhan sang suami dalam mengajarkan al-Qur'an meskipun kondisi keluarga mereka serba terbatas.
“Alhamdulillah, walaupun keadaan keluarga kami sederhana dan bapak harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta pengobatan anak, beliau tetap semangat mengajar anak-anak mengaji. Bagi bapak, mengajar ngaji adalah amanah. Saya sebagai istri hanya bisa mendukung dan berharap semoga Allah selalu memberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan untuk keluarga kami,” tutur Maryani.
Bagi Abdullah, mengajar mengaji bukan sekadar aktivitas, melainkan sebuah amanah yang harus terus dijaga. Keterbatasan ekonomi maupun kondisi keluarga tidak menjadi alasan baginya untuk meninggalkan pengabdian tersebut.
Perjalanan Tim DT Peduli Garut menuju kediamannya pun mengalami tantangan tersendiri. Kondisi jalan menuju Kampung Garawangi masih didominasi bebatuan, rusak di sejumlah titik, serta cukup sempit. Meski demikian, kondisi geografis yang sulit tidak menghalangi Abdullah untuk tetap hadir dan memberikan manfaat bagi anak-anak di lingkungannya.
Melalui asesmen Program Pemberdayaan Guru Ngaji ini, DT Peduli Garut berupaya memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat. Program ini diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan bagi para guru ngaji yang selama ini dengan penuh keikhlasan menjaga pendidikan al-Qur'an di tengah masyarakat, termasuk di wilayah pelosok.
DT Peduli Garut berharap ikhtiar ini dapat membantu menguatkan perjuangan para guru ngaji seperti Abdullah, agar terus istiqamah menebarkan manfaat serta melahirkan generasi yang dekat dengan al-Qur'an.
Baca Juga : DT Peduli Garut Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Anak yang Mengidap Kanker Ginjal
Penulis : Hayyil Wildan
Penyunting : Cristi A. Sarif