Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BATAM – Komitmen mencetak generasi pendidik yang berakhlak dan berkompeten terus diwujudkan Lembaga Amil Zakat Nasional (laznas) DT Peduli Kepri. Hal itu ditandai dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Laznas DT Peduli Kepri dengan orangtua santri dari penerima Beasiswa Calon Guru Qur'an Daarut Tauhiid Bandung pada Rabu (4/5/2026), di Kantor Laznas DT Peduli Kepri kawasan Pesantren Daarut Tauhiid Batam.
Melalui MoU ini, Laznas DT Peduli Kepri secara resmi mengirim dua orang Kader Dakwah Calon Guru atas nama M Nabil Al Kautsar, Hafidz 30 Juz dan Hambali, Hafidz 25 Juz untuk menempuh pendidikan dan pembinaan intensif di Daarut Tauhiid Bandung.
Kedua kader tersebut akan mengikuti program pembinaan khusus untuk menjadi guru di lingkungan Pesantren dan Sekolah DT. Materinya meliputi ilmu agama, pedagogik, kepemimpinan, dan dakwah.
Asrifa Rahma Wati, Pimpinan Laznas DT Peduli Kepri menyampaikan, program ini adalah bagian dari investasi jangka panjang dalam bidang pendidikan.
"Kami ingin menghadirkan guru-guru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat iman dan siap berdakwah. Dua kader ini adalah titipan Umat Batam yang akan belajar langsung di Daarut Tauhiid, pusat kaderisasi guru dan pendakwah," ujarnya.
Sementara itu, Jamilah selaku orangtua Hambali menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga atas bantuan selama ini, hingga buah hatinya mendapatkan kesempatan belajar di Daarut Tauhiid Bandung.
Beasiswa ini diharapkan menjadi langkah awal pengiriman kader dakwah secara berkelanjutan. Laznas DT Peduli Kepri menargetkan setiap tahun dapat mengirim lebih banyak kader untuk dibina di Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Adanya program ini, Laznas DT Peduli Kepri juga berharap dapat berkontribusi nyata dalam mencetak guru-guru yang menjadi penggerak peradaban di Batam.
Baca Juga : DT Peduli Kepri dan Orangtua Sepakati MoU Beasiswa Kader Dakwah Kampung Tauhiid Sriwijaya
Penulis : Anang
Penyunting : Cristi A. Sarif