Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Matahari tepat berada di atas kepala saat kumandang takbir samar-samar masih terdengar di Kampung Chrouy Metrey, Provinsi Kandal, Kamboja. Hari itu, Kamis (28/5/2026), 11 Dzulhijjah, selepas menunaikan shalat Zhuhur, suasana di perkampungan minoritas muslim tersebut mendadak riuh oleh gotong-royong. Wajah-wajah lelah para nelayan tradisional dan buruh tani berganti dengan binar bahagia. 
Satu ekor sapi yang sehat dan telah memenuhi syariat Islam disiapkan sebagai hewan qurban. Dengan cekatan, jagal lokal yang berpengalaman melakukan penyembelihan, disaksikan oleh tim relawan dan warga setempat. 
Berkah untuk 50 Keluarga
Sebanyak 50 kepala keluarga di Kampung Chrouy Metrey dan sekitarnya menjadi penerima manfaat dari program ini. Prioritas penyaluran diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan, yakni keluarga prasejahtera, anak-anak yatim, janda, lansia, hingga para guru ngaji serta pengajar sukarelawan yang selama ini ikhlas mengabdi di tengah keterbatasan. 
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kiriman hewan qurban ini. Di kampung kami, jarang sekali kami bisa makan daging bersama anak-anak. Bantuan ini membuat hari raya kami terasa sangat istimewa dan penuh berkah. Semoga Allah membalas kebaikan para pequrban dengan pahala yang berlipat ganda," ungkap Aminah dengan mata berkaca-kaca.
Menjaga Nyala Ukhuwah
Kehadiran qurban di Kamboja dari Indonesia yang difasilitasi DT Peduli menembus sekat geografis. Sepiring hidangan daging di hari tasyrik ini membuat Muslim minoritas di Kamboja tidak merasa sendirian. Ada doa dan kepedulian yang mengalir dari saudara seiman dari Indonesia. 
Baca juga: Ketika Berkah Qurban dari Indonesia Mengalir hingga Kamerun
Penyunting: Agus ID