Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Gema takbir yang mengangkasa pada Iduladha 1447 H tidak sekadar menjadi penanda ritual ibadah tahunan. Bagi Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli, momentum ini adalah panggilan kemanusiaan untuk merajut kembali harapan-harapan yang sempat redup di pelosok negeri hingga kamp pengungsian dunia.
Melalui program Qurban Impact 2026, DT Peduli sukses menyalurkan amanah hewan qurban dengan pendekatan yang matang, transparan, dan sarat akan nilai humanis.
Ikhtiar Sebelum Iduladha
Perjalanan panjang ini dimulai jauh sebelum hari penyembelihan tiba. Sadar bahwa qurban adalah ibadah yang sakral, DT Peduli mengawalinya dengan edukasi mendalam bagi masyarakat. Mulai dari edukasi filosofi qurban sejak dini untuk siswa di SDN 018 Sukagalih Bandung, kajian Manajemen Qolbu di Metro, hingga pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan. Semua dilakukan demi memastikan proses ibadah berjalan sesuai syariat yang terjaga.
Tidak berhenti di sana, pengawasan kualitas (Quality Control) hewan qurban dilakukan dengan sangat ketat. Penimbangan berat badan, pemeriksaan kesehatan hewan, hingga peninjauan langsung bersama Dinas Peternakan setempat dikawal di berbagai daerah seperti Jakarta, Jawa Timur, dan Garut.
Tim relawan bahkan rela menyusuri jalan-jalan sunyi, mendaki perbukitan, hingga menyeberangi perairan demi memetakan wilayah-wilayah yang paling membutuhkan, menjangakau mereka yang bertahun-tahun merayakan Iduladha tanpa pernah melihat kepulan asap daging panggangan.
Menembus Batas Geografis
Saat hari Iduladha tiba diikuti tiga hari tasyrik setelahnya, pembuktian cinta sesama muslim itu mewujud nyata. Pergerakan kebaikan ini berhasil menghimpun kekuatan dari 6.114 pequrban. Kepercayaan besar ini dikonversikan menjadi 4.833 ekor hewan kurban, terdiri dari 4.243 ekor domba/kambing, 567 ekor sapi, dan 23 ekor unta. Semuanya berhasil disalurkan kepada 532.260 penerima manfaat di Indonesia dan berbagai negara.
Para relawan DT Peduli menantang berbagai keterbatasan demi mengantarkan amanah para mudhohi (pequrban). Di Nusa Tenggara Barat, tim harus bertaruh dengan ombak lautan menggunakan perahu kayu demi menyapa masyarakat di Pulau Maringkik. Sementara di Sulawesi Selatan, jalur darat yang ekstrem dan terjal dilewati demi membawa sukacita qurban pertama kalinya ke Dusun Bonto-Bonto, sebuah pelosok terpencil di Kabupaten Maros.
Air mata kebahagiaan pecah di banyak titik distribusi. Salah satu kisah paling menggetarkan hati datang dari Kampung Ciambon, Cianjur. Sebuah wilayah yang seolah terlupakan dari riuhnya perayaan hari raya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para muqarib dan semua pihak yang telah menyalurkan qurban ke Kampung Ciambon. Alhamdulillah, tahun ini warga kembali bisa merasakan kebahagiaan qurban sapi. Semoga menjadi amal kebaikan dan keberkahan bagi semuanya," ujar Rijal Maulana, Warga Ciambon, penuh haru.
Kebahagiaan yang sama mengalir ke kelompok-kelompok rentan yang kerap terabaikan: para lansia, penyandang disabilitas di Bekasi dan Gresik, ratusan ODGJ di Yayasan Srikandi Metro, hingga warga yang tengah diuji bencana banjir rob di Demak dan longsor di Pasirlangu.
Tidak hanya di dalam negeri, kepedulian masyarakat Indonesia meluas melintasi batas negara. Paket daging qurban segar hadir membentang dari tanah Gaza yang porak-poranda, kamp pengungsian Suriah, Lebanon, hingga wilayah krisis pangan di Mali, Chad, Uganda, dan Somalia. Berkah qurban Indonesia juga menyapa muslim minoritas di pedalaman Vietnam, Kamboja, Filipina, hingga komunitas muslim di Jepang.
Umi Khalil, seorang ibu yang tinggal di Tepi Barat,Palestina mengungkapkan kedatangan relawan DT Peduli seperti sebuah keajaiban. Sambil memegang kantong berisi daging qurban, matanya berkaca-kaca. Ia sangat bersyukur karena bantuan ini diantarkan dengan penuh kesantunan, menjaga privasi, serta menghargai harga diri keluarganya.
"Anak-anak saya sangat bahagia melihat ada daging di atas meja makan hari ini. Sudah bertahun-tahun kami tidak merasakan suasana seperti ini," ungkap Um Khalil penuh haru.
Ketaatan di Tengah Ujian Ekonomi
Iwan Firmansyah, Deputi Direktur Program sekaligus Ketua Panitia Qurban Impact 2026, mengungkapkan keberhasilan Program Qurban Impact menjadi bukti bahwa sifat kedermawanan masyarakat tidak luntur oleh keadaan.
“Alhamdulillah, bersyukur kepada Alloh dengan segala kemurahan dan Kuasa-Nya, tahun ini kami bisa menuntaskan amanah sebagai panitia qurban dengan hasil capaian yang luar biasa. Dalam situasi kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja, kesadaran masyarakat muslim Indonesia terhadap ibadah qurban masih sangat tinggi. Ini menandakan ketaatan, ketaqwaan, serta kepedulian sosial yang mendalam. Qurban mencerminkan bahwa kebahagiaan mereka yang membutuhkan adalah kebahagiaan kita juga,” ujar Iwan penuh syukur.
Pada tahun 2026 ini, iwan mengungkapkan, DT Peduli mencatatkan pertumbuhan program yang sangat impresif. Capaian target setara doka (domba/kambing) sukses menembus angka 104%, nilai funding mencapai 86%, dan pertumbuhan tahunan (Year on Year growth) melesat di angka 32%. Evaluasi berkala yang dilakukan berhasil memperluas wilayah kemaslahatan hingga mencakup 38 provinsi di seluruh Indonesia dan 28 negara di dunia.
Iwan menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh mitra strategis, seperti Bank Indonesia, BPKH, PT Paragon, CIMB Niaga Syariah, BTPN Syariah, Pegadaian, Grab, dan donatur perorangan, yang telah menyatukan hati dalam gerakan ini.
“Semoga harta yang telah diqurbankan menjadi saksi kelak di hadapan Allah SWT dan mendapatkan balasan terbaik yang jauh lebih berkah. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan tahun ini. Sampai jumpa pada program-program kebaikan berikutnya,” pungkas Iwan hangat.
Baca juga: Qurban Impact, Jembatan Kebaikan untuk Pelosok Nusantara hingga Tiga Puluh Negara
Penyunting: Agus ID