Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | MAKASSAR – Suasana di Delta Lakkang, sebuah kawasan unik yang dikelilingi Sungai Tallo, Kota Makassar, tampak berbeda dari biasanya. Gurat lelah di wajah para petambak lokal berganti dengan senyum bahagia saat jala-jala mereka diangkat dari tambak. Ratusan ekor udang windu berukuran besar bergerak lincah, menandai keberhasilan panen raya yang dinanti-nanti.
Kelompok tambak binaan Daarut Tauhiid (DT) Peduli Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diketuai oleh Hj. Jamaluddin ini sukses menggelar panen raya udang windu selama tiga hari berturut-turut, mulai Senin hingga Rabu (15–17/2026). Program pemberdayaan ekonomi pesisir yang diinisiasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo ini terbukti nyata mendongkrak kesejahteraan warga setempat.

Tidak tanggung-tanggung, total hasil panen selama tiga hari tersebut mencapai 190 kilogram. Pada hari pertama (Senin), petambak berhasil menjaring 60 kg udang. Hari kedua (Selasa) mendapat hasil 50 kg, dan puncaknya pada hari ketiga (Rabu), ketekunan warga diganjar dengan hasil melimpah sebanyak 80 kg.
"Hasil ini adalah bukti nyata bahwa jika masyarakat pesisir diberikan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan, mereka mampu mandiri secara ekonomi. Kami sangat bersyukur dan bangga melihat binar kebahagiaan di wajah para petambak hari ini," ungkap Hasmirah, Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Sulawesi Selatan dengan penuh haru di lokasi tambak, pada Rabu (17/06/2026).
Keberhasilan panen raya di pulau tersembunyi di tengah Kota Makassar ini pun menarik perhatian berbagai pihak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI, Rudianto Lallo, sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang sedang melakukan penelitian, serta Kepala Bidang Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Makassar, Ahmad Malik Taha.
Ahmad Malik Taha memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi sinergis antara Pelindo, DT Peduli, dan masyarakat Lakkang. Menurutnya, program ini menjadi role model pemanfaatan potensi lokal yang luar biasa.
"Ini bukan sekadar tentang memanen udang, tetapi tentang bagaimana sebuah kepedulian mampu membangkitkan martabat dan ekonomi umat. Kami dari Kemenag sangat mengapresiasi Pelindo dan DT Peduli. Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan untuk mengentaskan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat," tutur Ahmad Malik Taha di sela-sela pemantauan panen.
Bagi Warga Lakkang, keberhasilan ini adalah babak baru. Dukungan fasilitas dan edukasi budidaya dari Pelindo yang dikelola secara amanah oleh DT Peduli Sulsel, kini telah bertransformasi menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan, sekaligus membuktikan bahwa potensi pesisir Makassar siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Penulis : Indar
Penyunting : Cristi A. Sarif