Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Matahari di ufuk barat Kamerun mulai merendah, menandai hari keempat Iduladha, hari terakhir Tasyrik, Sabtu (30/5/2026). Namun, kehangatan ibadah qurban justru baru saja memuncak di sebuah kawasan padat di Afrika Tengah tersebut. Ratusan pasang mata, mulai dari anak-anak yatim hingga para ibu, berkumpul dengan binar wajah yang tak bisa menyembunyikan rasa haru.

Prosesi Penuh Khidmat dan Sukacita
Prosesi penyembelihan diawali dengan berkumpulnya para penerima manfaat. Kaum perempuan, lansia, dan anak-anak yatim berbaris rapi dengan tertib. Suasana yang semula riuh berubah menjadi syahdu saat panitia menyampaikan salam dan penghormatan dari para pequrban di Indonesia kepada warga setempat. Ada rasa saling menghargai yang mengalir begitu hangat.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd!”
Gema takbir mengangkasa, mengiringi prosesi penyembelihan hewan qurban. Di tengah debu yang beterbangan, Saleh Abu Bakar dan seorang ibu bernama Fatima menjadi saksi mata bagaimana hewan-hewan tersebut disembelih dengan syariat yang ketat.
Tak butuh waktu lama setelah prosesi penyembelihan selesai, daging-daging qurban langsung dipotong, ditimbang, dan ditata dengan rapi. Distribusi dilakukan secara tertib demi memastikan sebanyak 63 perempuan, anak-anak yatim, serta pria dhuafa yang membutuhkan mendapatkan hak mereka hari itu.
"Syukran Indonesia”
Bagi warga Muslim di Kamerun, bantuan pangan dan daging qurban ini adalah berkah luar biasa yang amat dinanti. Di tengah keterbatasan ekonomi, daging menjadi hidangan yang mewah.

“Taqabbalallahu minna wa minkum sholihal a'mal insya Allah. Ula'ika yusari'una fil-khairati wa hum laha sabiqun. Allahumma taqabbal hadzihi shadaqah min ikhwanina fillah. Masya Allah, taqabbalallahu minna wa minkum sholihal a'mal. Ad-Du'a insya Allah. Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ucap sang ustaz dengan penuh khidmat, mendoakan agar qurban ini diterima di sisi Allah dan para pequrban digolongkan sebagai orang-orang yang bersegera dalam kebaikan.
Di akhir prosesi penyembelihan anak-anak bersorak bahagia.
“Syukran, Indonesia! Syukran, Indonesia!” suara lantang mereka bergetar, menyisakan rasa haru bagi siapa saja yang mendengarnya.
Melalui program Qurban Impact, DT Peduli ingin menjukan bahwa jarak ribuan kilometer, sekat negara, bahkan samudara yang membentang bukan penghalang untuk saling berbagi. Dari para pequrban di Indonesia, kebahagiaan Iduladha kini telah terukir indah di tanah Kamerun, Afrika.
Baca juga: Berkah Daging Qurban di Tengah Badai Krisis Sri Lanka
Penyunting: Agus ID