Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | SURABAYA - Daarut Tauhiid (DT) Peduli Surabaya kolaborasi dengan SDI An-Anur Surabaya menggelar Kajian Parenting bersama Ustazah Qotrunnada pada Jumat (19/06/2026). Kegiatan dilaksanakan di Jalan SDI An-Nur yang terletak di Jalan Simo Pomahan Baru Barat Masjid, No.7-9 RT.07/RW.05, Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur, mulai pukul 08.00 WIB dengan Tema Pendidikan Karakter Anak dan Pola Pengasuhan di Era Digitalisasi.
Kegiatan parenting ini digelar sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran selama satu tahun ajaran, serta bertepatan dengan momen pengambilan rapor siswa yang dihadiri 165 wali murid. Melalui kajian ini, pihak sekolah berharap para orangtua dapat meningkatkan kualitas pola asuh di tengah tantangan era digital.
Dalam sambutannya, Mala, Kepala SDI An-Nur menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para orangtua agar lebih bijak dalam mendampingi anak. “Kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan pola asuh parents di era digitalisasi,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ustazah Qotrunnada menjelaskan pentingnya peran orangtua dalam membentuk karakter anak sejak dini. Ia menekankan tiga kunci utama dalam pendidikan karakter.
Pertama, tafahum (memberi pengertian), yaitu pentingnya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Menurutnya, anak tidak hanya membutuhkan tekanan atau aturan, tetapi juga pemahaman yang membangun kesadaran.
Kedua, Uswatun Hasanah (memberi contoh). Orangtua diharapkan menjadi teladan bagi anak-anaknya. “Jika ingin memiliki anak yang gemar bersedekah, maka orangtua harus memulai dari diri sendiri, arena buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya,” jelasnya.
Ketiga, kekuatan doa orangtua, terutama ibu. Ia menegaskan bahwa doa seorang ibu memiliki kekuatan luar biasa dan mampu menembus langit. Oleh karena itu, orangtua diminta untuk tidak pernah berhenti mendoakan anak-anaknya.
Selain itu, Ustazah Qotrunnada juga mengingatkan pentingnya memberikan apresiasi kepada anak. “Apapun prestasinya, hargai,” pesannya. Menurutnya hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan kepercayaan diri anak.
Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para wali murid. Melalui kajian ini diharapkan para orangtua dapat menerapkan pola pengasuhan yang lebih efektif dan membangun karakter anak yang kuat di tengah arus digitalisasi yang semakin pesat.
Penulis : Kia
Penyunting : Cristi A. Sarif