Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDA ACEH - Gelak tawa para santri sesekali memenuhi Aula Lantai 2 TPA Tahfidz Ibnu Katsir, Beurawe, Kota Banda Aceh, Rabu (22/7/2026). Namun, tak lama kemudian suasana berubah hening. Mata-mata kecil yang semula berbinar perlahan berkaca-kaca ketika mendengar kisah perjuangan anak-anak Palestina. Momen itulah yang mewarnai Kegiatan "Berkisah Palestina Bareng Kak Bimo" yang diselenggarakan oleh Daarut Tauhiid (DT Peduli Aceh).
Didampingi Tim DT Peduli Aceh, Kak Bimo yang datang langsung dari Yogyakarta berhasil membawa para santri mengikuti perjalanan kisah yang penuh makna. Gaya bercerita yang hangat, interaktif, dan penuh semangat, ia mengajak anak-anak mengenal kehidupan saudara-saudara mereka di Palestina.

Di sela-sela cerita, tawa riang para santri pecah saat Kak Bimo mengajak mereka berinteraksi. Namun, ketika kisah beralih pada perjuangan anak-anak Palestina yang harus kehilangan rumah, keluarga, bahkan kesempatan menikmati masa kecil dengan tenang, seluruh ruangan seakan terdiam. Para santri menyimak dengan penuh perhatian, menyadari bahwa di belahan dunia lain ada anak-anak seusia mereka yang harus menjalani kehidupan yang jauh berbeda.
"Kita mungkin bisa belajar, bermain, dan berkumpul bersama keluarga setiap hari. Sementara saudara-saudara kita di Palestina masih berjuang untuk bertahan hidup. Karena itu, jangan pernah lelah mendoakan mereka dan sisihkan sedekah terbaik sebagai bentuk cinta kita kepada sesama muslim," pesan Kak Bimo kepada seluruh peserta.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Tidak hanya mendengarkan, para santri juga aktif menjawab pertanyaan, mengangkat tangan, hingga bersama-sama memanjatkan doa untuk rakyat Palestina. Suasana yang awalnya dipenuhi canda berubah menjadi momen penuh harapan ketika seluruh peserta menengadahkan tangan, memohon pertolongan kepada Allah SWT bagi saudara-saudara di Palestina.
Kurniawan dari Tim DT Peduli Aceh menyampaikan bahwa kolaborasi bersama TPA Tahfidz Ibnu Katsir telah berjalan hampir lebih enam tahun, diawali dengan Program Celengan-Ku berlanjut hingga Program Ramadhan Peduli Negeri untuk palestina. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai kepedulian dan empati kepada anak-anak sejak usia dini.
"Alhamdulillah, para santri mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka tertawa, belajar, kemudian bersama-sama merenung dan berdoa. Semoga benih kepedulian yang ditanam hari ini tumbuh menjadi karakter yang terus melekat dalam diri mereka hingga dewasa," ujar Kurniawan.
Direktur TPA Tahfidz Ibnu Katsir, Usta Yayat, mengapresiasi DT Peduli Aceh yang terus menghadirkan program-program edukatif dan kemanusiaan.
"Terima kasih kepada DT Peduli Aceh yang selalu menghadirkan program yang bermanfaat bagi para santri. Kehadiran Kak Bimo memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Anak-anak tidak hanya mendapatkan cerita yang menarik, tetapi juga belajar bersyukur, berempati, dan peduli kepada saudara-saudara mereka di Palestina," ungkapnya.
Melalui Program Berkisah Palestina, DT Peduli Aceh berharap kepedulian terhadap Palestina terus tumbuh di hati generasi muda. Sebab, perubahan besar sering kali berawal dari hati kecil yang belajar mencintai, berbagi, dan tidak pernah berhenti mendoakan saudaranya.
Penulis : Kurniawan
Penyunting : Cristi A. Sarif