Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Pagi itu, Rabu (27/5/2026), takbir menggema di antara riuh rendah klakson sepeda motor yang memadati kawasan Old Quarter, Hoan Kiem, Hanoi. Di Jalan Hàng Lược Nomor 12, berdiri kokoh Masjid An-Noor, satu-satunya masjid di wilayah utara Vietnam. Muslim Vietnam yang menjadi minoritas tampak antusias menyambut perayaan tahunan yang selalu mereka nantikan ini.
Tahun ini, DT Peduli melalui program Qurban Impact, bersinergi dengan Sahabat Al-Aqsa, kebahagiaan tersebut terasa kian nyata. Begitu shalat Iduladha usai, halaman masjid langsung berubah sibuk. Aktivitas ini terus berdenyut rapi hingga hari-hari Tasyrik berikutnya.
Perjuangan Menjaga Akidah
Menjadi Muslim di Hanoi adalah sebuah perjuangan tersendiri. Mencari sekerat daging halal di kota ini bagaikan mencari jarum dalam jerami; langka dan harganya selangit. Kondisi inilah yang memaksa para mualaf dan warga Muslim etnis Cham dari selatan Vietnam rela merantau ribuan kilometer ke ibu kota. Mereka memilih hidup prihatin demi satu tujuan, yakni tinggal dekat dengan Masjid An-Noor agar iman dan agama mereka tetap terjaga.
Salah satunya adalah Sabiroh (43), seorang ibu rumah tangga asal Provinsi Phu Tho yang kini bekerja sebagai asisten di sebuah kedai makan di Hanoi. Dengan upah yang pas-pasan, menyantap daging adalah kemewahan yang jarang bisa ia kecap.
"Kami tak bisa merasakan makan daging selalu. Di sini susah nak cari daging halal seperti di negara Islam. Upah membantu kedai makan agak kurang cukup untuk membeli daging halal yang mahal sekali," tutur Sabiroh dengan mata berkaca-kaca.
Sinergi dan Ketelitian Proses Qurban
Demi memastikan amanah para mudhohi (pequrban) tertunaikan dengan sempurna, DT Peduli dan Sahabat Al-Aqsa bekerja sama erat dengan pengurus Masjid An-Noor. Sejak awal, Imam Masjid turun langsung bersama warga setempat untuk memilih hewan ternak terbai langsung dari peternak lokal Vietnam. Langkah ini diambil guna menjamin kesehatan dan kelayakan hewan sesuai syariat. 
Distribusi Tepat Sasaran hingga Pelosok
Sistem distribusi dilakukan dengan sangat rapi menggunakan kupon bagi warga yang bisa hadir ke masjid. Sementara bagi para mualaf dan lansia yang terkendala jarak atau fisik, pengurus masjid mengantarkannya langsung ketuk pintu rumah mereka.
Prioritas utama penerima manfaat program Qurban Impact ini adalah anak-anak yatim, janda, dan keluarga prasejahtera. Kebahagiaan luar biasa membuncah saat paket daging halal mampir ke tangan mereka. Jarak ribuan kilometer antara Indonesia dan Vietnam runtuh seketika oleh jembatan kepedulian.
"Terima kasih banyak kepada para mudhohi yang jauh-jauh mengirimkan qurbannya untuk kami di pelosok Hanoi, Vietnam. Semoga Allah membalas dengan berkah yang berlipat ganda," ucap Sabiroh penuh haru.
Daging qurban itu mungkin akan habis dalam beberapa hari, namun kehangatan persaudaraan Islam yang dihadirkan para pequrban melalui DT Peduli akan terus menguatkan iman mereka di tanah rantau.
Baca juga: Ketika Berkah Qurban Indonesia Menyapa Muslim dan Non-Muslim Filipina
Penyunting: Agus ID