Di usia 9 tahun, saat anak-anak lain berlari bebas mengejar tawa, Salwu justru harus belajar bertahan menahan sakit yang tak pernah ia pilih.
Dua tahun terakhir, hari-harinya bukan lagi tentang bermain. Melainkan tentang jarum, selang, dan cairan yang harus masuk ke tubuh kecilnya setiap hari.
Gagal ginjal kronis telah merenggut masa kecilnya, perlahan namun pasti.
Sejak itu, hidupnya berubah. Ia sempat menjalani perawatan intens selama dua minggu dan cuci darah selama enam bulan sambil tinggal di rumah singgah bersama ibunya. 
Biaya ambulans terlalu mahal, sementara mereka harus membawa tiga kardus berisi cairan perawatan di setiap perjalanan.
Sang ayah pun harus merelakan kehilangan pekerjaannya, demi menemani perjuangan Salwu. Kini, mereka tinggal menumpang di rumah keluarga.
Sahabat Peduli, keluarga kecil ini membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengadaan alat kesehatan yang belum ditanggung BPJS, kursi roda khusus, serta biaya transportasi dan perawatan harian.
Mari kita ringankan langkah Salwu dengan dukungan terbaik yang kita miliki. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya, dan menjadi jalan Allah hadirkan kesembuhan untuk Salwu serta keberkahan dalam setiap rezeki sahabat semua, aamiiin.
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Semoga anak2 kami menjadi anak yg sholeh dan sholehah diberikan kemudahan dalam belajar, diberikan kelancaran dalam jodoh dan di dijauhkan dari berbagai penyakit